Dulu
kau pernah bilang, tak ada yang membedakan selamat datang dan selamat tinggal.
Keduanya tersirat dalam lambaian tangan..
(Sapardi Djoko Damono)
Yap, kutipan di atas rasanya paling mengena dengan apa yang
kurasakan saat ini. Tepat pada tanggal 27 April 2015 aku dan para peserta lain
dikumpulkan dalam suatu pertemuan yang dinamakan Kelas Pengayaan Bahasa Inggris
di Universitas Padjadjaran, Jatinangor. Kelas ini memang bukan sebatas kelas
biasa, kelas pengayaan ini diadakan untuk para awardee LPDP Program Beasiswa Afirmasi Tahap 1 2015. Tujuannya
jelas yakni guna meningkatkan kemampuan bahasa Inggris sebagai modal menempuh
pendidikan di tingkat Magister kelak. Kami yang pada awalnya tidak saling
mengenal satu sama lain pun, akhirnya mencoba untuk beradaptasi dengan
lingkungan dan teman-teman yang lain. Secara pribadi, memang Jatinangor sudah
tidak asing lagi bagi aku karena aku sudah pernah merantau di kota perbatasan
itu hampir 4 tahun untuk menuntut ilmu. Namun sudah hampir 8 bulan saat itu aku
tidak pernah menginjakkan kaki di Jatinangor, tepatnya setelah lulus S1 :D
Back to topic yaahhh, jadi keasyikan
nostalgia.. Hehe.. Hari pertama diawali
dengan pembukaan kelas pengayaan tersebut. Ini yang paling tidak ingin ku
dengar, mengapa harus ada kata pembukaan, jika ada kata penutupan ?
Kami
berjumlah 21 orang dalam satu kelas dan dikumpulkan dengan beragam macam latar
belakang, bahasan dan budaya yang berbeda-beda. Ada yang berasal dari Papua,
Makassar, Medan, Aceh, Kalimantan, Palembang, Palu, Bengkulu, Bandung, Jakarta
dan saya sendiri yang berasal dari Bogor :D Walaupun begitu, kami tetap satu.
Satu Indonesia Raya !! (tiba-tiba jiwa nasionalisme muncul, hehe). Awalnya
mungkin memang tidak mudah untuk kami bersosialisasi secara cepat, maklum
menyatukan beberapa kepala dengan background
yang beragam tampaknya tidak smeudah membalikkan telapak tangan. Namun
siapa yang menyangka bahwa dalam kurun waktu 3 bulan kami menjalani aktivitas
bersama-sama, kami sudah merasa sangat dekat dan akrab. Dari jam 8 pagi sampai
jam 4 sore kami belajar Bahasa Inggris diajar oleh para dosen Sastra Inggris
Unpad. Mungkin rasa penat sempat menghinggapi diri kami masing-masing, namun
semua itu terbayar dengan peningkatan ilmu Bahasa Inggris kami terutama saat
mengerjakan soal-soal TOEFL, Alhamdulillah....
Bukankah
siapa yang sungguh-sungguh, maka akan mendapatkan hasil yang ia tuai ?
Bukan
hanya wawasan kami yang semakin luas, tapi juga ada pengalaman yang tidak bisa
kami dapatkan di luar sana serta rasa kekeluargaan yang semakin erat setiap
harinya. Aku bisa mengenal banyak karakter dari mereka dan semakin bersyukur
setiap harinya bahwa ALLAH SWT sudah menempatkanku di tempat yang bisa menjadi
ladang ilmuku kelak. Maka hari di mana awal yang baru itu pun tiba. Aku tak mau
menyebutnya sebagai hari penutupan karena toh nyatanya kami tidak berpisah,
kami sama-sama berada di bumi pertiwi nan indah ini, hanya saja ada jarak yang
terbentang di antara kami. Tidak terasa memang, saat itu tanggal 10 agustus
2015, kami semua memulai awal yang baru sebagai puzzle kehidupan kami di tempat yang beragam, ada yang melanjutkan
studi Magister ke Universitas Padjadjaran,
Institut Pertanian Bogor (IPB), Universitas Pendidikan Indonesia dan
lain-lain. Tidak pernah terbayangkan bahwa ternyata kami semua menitikkan air
mata hari itu, hari yang sangat bersejarah karena ternyata waktu yang singkat
seolah tidak menjadi penentu untuk keakraban dan kebersaman kami yang sudah
sangat dekat tersebut.
Terima
kasih LPDP Batch 2 UNPAD !!
Kalian
adalah teman, sahabat, saudara dan keluarga yang luar biasaaaaaa :D
Sampai
jumpa di lain kesempatan yang lebih baik lagi dari sekarang.. Aamiin ya robbal
alamiin..
See
you on top, guys !!